Mengejar ilusi mimpi,
Bintang aku kuis,
Bulan aku tepis,
Embun aku redah.
Hanya untuk sebuah mimpi.
Ilusi sirna dikala cahaya menghias rupa,
Terpinga mengecap realiti.
Himpunan sesal menyelaputi rasa,
Hingga tak keruan penghulu rasa.
Tatkala emosi mengepalai segalanya,
Akal terbalik menjadi separa normal.
Sekujur tubuh remaja dihenyak alunan dunia.
Perasaan simpati menyerbu setiap anggota.
Kasihan sekali pada tubuh itu.
*air mata mengalir*